Pilih Tukang Borongan atau Tukang Harian? Ketahui Perbedaan Keduanya Disini!

Dalam pembangunan maupun renovasi sebuah rumah pasti tidak terlepas dari keterlibatan seorang tukang, baik tukang borongan maupun harian. Tukang merupakan pelaksana lapangan dimana mereka adalah kepanjangan tangan dari arsitek.

Baik tukang borongan maupun harian bekerja di bawah pengawasan kontraktor. Mereka akan bekerja sesuai instruksi yang diberikan oleh kontraktor.

Kedua jenis tukang memiliki karakteristik yang berbeda. Sebelum Anda memilih tukang borongan atau tukang harian, sebaiknya Anda mengetahui karakteristik maupun sistem kerja dari kedua jenis tukang tersebut.

Berikut penjelasan mengenai karakteristik maupun sistem kerja dari tukang borongan dan tukang harian.

Tukang Borongan

Sebagian kalangan yang memilih tukang dengan sistem borongan adalah orang-orang yang tidak ingin terlibat dalam pembangunan maupun renovasi rumah secara langsung. Mereka hanya tahu beres segala sesuatu tentang pembangunan maupun renovasi rumahnya.

Bagi Anda yang memilih tukang borongan, Anda tidak perlu ikut campur dalam hal pembelian material, penyediaan tenaga kerja, hingga durasi pengerjaan pembangunan maupun renovasi. Semua hal tersebut akan ditangani oleh jasa tukang borongan.

Keuntungan yang Anda dapatkan saat memilih tukang sistem borongan adalah Anda dapat mengandalkan semua urusan pertukangan pada orang tersebut. Pada umumnya, tukang borongan merupakan tukang yang memiliki segala kemampuan pekerjaan bangunan.

Dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh tukang borongan, membuat Anda tidak perlu lagi mencari orang lain untuk mengerjakan pekerjaan bangunan. Pekerjaan bangunan seperti memasang batu bata, mengecat tembok, hingga memasang keramik dapat Anda percayakan kepada beberapa tukang borongan saja.

Tukang borongan terbiasa menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat daripada tukang harian. Dari segi pembayaran jasa tukang dihitung berdasarkan luas bangunan yang dikerjakan.

Kekurangan dalam menggunakan jasa tukang borongan adalah dari segi kualitas. Karena mereka lebih terpaku pada kecepatan menyelesaikan pekerjaan bangunan, sehingga terkadang kualitas hasil pekerjaannya dirasa masih kurang dibandingkan pekerja tukang harian.

Untuk meminimalisir hasil kerja yang kurang, Anda perlu memilih pemborong yang mempunyai komitmen dan juga mengutamakan kualitas hasil kerja. Anda juga perlu sekali-sekali mengecek langsung hasil kerja tukang borongan agar kualitas pekerjaannya dapat Anda sesuaikan dengan keinginan.

Tukang Harian

Berbeda dengan pekerja sistem borongan, hasil pekerjaan tukang harian dianggap lebih berkualitas. Sistem pembayaran yang dilakukan per hari kerja memotivasi mereka untuk melakukan pekerjaan bangunan secara detail dan rapi.

Pada umumnya, tukang harian merupakan tukang dengan spesialisasi khusus. Misalnya saja tukang khusus pengerjaan keramik, plafon, atau lantai parket. Setiap keahlian yang dimiliki tukang harian mempunyai tarif yang berbeda-beda. Tarif tukang harian yang terampil dalam menggunakan alat berat jelas lebih tinggi daripada tukang harian yang hanya mampu menggunakan alat manual.

Karena keahlian khusus tersebut menjadi salah satu faktor penyebab harga tukang harian relatif lebih mahal daripada tukang borongan. Selain itu, banyak orang beranggapan bahwa tukang harian suka mengulur waktu pekerjaan agar mendapatkan uang jasa lebih banyak. Sehingga, Anda sebagai penyewa harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak untuk membayar tukang harian.

Untuk menyiasati kecurangan tukang harian, Anda bisa membuat kesepakatan dengan mereka terkait batas waktu penyelesaian pekerjaan bangunan. Dengan begitu, mereka akan akan terdorong untuk bekerja sesuai waktu yang ditentukan tanpa mengurangi kualitas hasil kerja.

Anda sudah mengetahui karakteristik maupun sistem kerja baik tukang borongan maupun harian. Anda dapat memilih jenis tukang yang menurut Anda lebih sesuai dengan keinginan. Untuk memaksimalkan hasil kerja dari kedua jenis tukang, Anda harus lebih cermat dalam memilih tukang dengan keahlian yang dimiliki. Anda juga harus sering memeriksa hasil pekerjaan mereka di lapangan.