4 Tips Mengelola Persediaan Barang Dagang untuk Usaha

Menjalankan bisnis jual-beli pasti akan berurusan dengan persediaan barang. Kamu harus selalu memastikan persediaan barang dagang tetap aman sebelum menerima pesanan. Karena itu, pastikan selalu mengelola persediaan atau persediaan tersebut dengan tepat dan terperinci.

Kamu perlu mengecek persediaan barang ini secara berkala. Gunakan juga pencatatan yang rapi dan detail supaya kamu bisa mengeceknya dengan mudah. Ketahui segala hal tentang persediaan barang dagang di bawah ini.

Mengenal Persediaan Barang Dagang

Sebelum melihat cara mengelolanya, kamu perlu tahu dulu pengertian dari salah satu sistem penting dalam bisnis ini. Persediaan barang dagang adalah aset barang yang dibeli dan disimpan oleh para penjual dalam jumlah tertentu. Nantinya, barang-barang ini yang akan dijual kembali kepada para pelanggan.

Dalam praktiknya, pengelolaan barang dagang perlu dilakukan dengan hati-hari. Kamu harus melakukan penyimpanan yang baik dan menyesuaikannya dengan jenis barang barangnya. Pastikan barang yang disimpan selalu dalam keadaan baik dan layak jual. Kondisi barang akan mempengaruhi harga jualnya pada akhirnya.

Dari sisi marketing, barang dagang bisa dijual dalam berbagai macam bentuk. Penjual bisa memasarkan barang dalam bentuk yang sama seperti saat dia membelinya. Ambil contoh para pedagang besar yang menpersediaan beras untuk kemudian dijual lagi kepada orang yang mencari beras.

Di sisi lain, ada barang yang dibeli untuk kemudian diolah terlebih dulu. Setelah itu, penjual akan memasarkannya dalam bentuk yang berbeda. Sebut saja pedagang yang menpersediaan beras untuk diolah dan dipasarkan dalam bentuk nasi goreng.

Persediaan barang dagang ini juga yang membedakan bisnis barang dan jasa. Usaha barang tentu membutuhkan sebuah produk fisik untuk dipasarkan. Di sisi lain, usaha jasa hanya menjual keahlian dan pelayanan untuk para pelanggannya. Karena itulah, bisnis jasa tidak perlu mengatur persediaan barang dagang.

Manfaat Mengelola Persediaan Barang Dagang dengan Baik

Barang dagang menjadi aset lancar sebuah usaha karena bisa mendatangkan keuntungan. Semua aset ini pun bisa diuangkan dengan cara menjualnya kembali. Alasan ini yang membuat kamu perlu melakukan pengelolaan barang dagang dengan baik.

Masih ada beberapa hal lagi yang menjadi manfaat dari pengelolaan persediaan barang dagang. Yuk, simak manfaatnya di bawah ini.

1. Punya persediaan barang dagang yang cukup

Persediaan barang yang terlalu banyak berpotensi rusak sehingga kamu jadi rugi. Punya persediaan banyak yang terlalu sedikit juga membuat kamu kehilangan pelanggan yang ingin membeli dalam jumlah besar. Karena itulah, pengelolaan barang dagang yang baik akan membuat persediaan barang menjadi cukup.

Jumlah yang cukup ini akan membuat kamu lebih mudah mengatur pesanan yang datang. Kamu perlu mengelola produk fast moving dan produk slow moving. Atur jumlahnya dengan tepat. Dengan begitu, kamu selalu memiliki barang dengan persediaan yang cukup.

2. Mencegah kehilangan barang

Pencatatan yang baik akan memudahkan kamu mendapatkan segala informasi tentang persediaan barang. Kamu tahu jumlah barang yang masuk sekaligus yang keluar. Catatan ini juga yang membuat kamu tahu waktu pasti dan tujuan keluarnya barang tersebut.

Tanpa pencatatan yang baik, risiko kehilangan barang akan besar. Bisa jadi ada pihak yang salah memasukkan atau mengeluarkan barang. Kamu pun akan sulit untuk melacak perputaran barang tersebut.

3. Mengetahui informasi produk

Bukan hanya dari sisi jumlahnya, kamu juga harus tahu tanggal pasti sebuah barang masuk ke gudang. Jadi, kamu bisa menentukan kondisi barang tersebut perlu segera dijual atau bisa disimpan lebih lama. Pasalnya, barang yang sudah lama disimpan dalam gudang akan makin dekat tanggal kedaluwarsanya.

Di samping itu, barang yang terlalu lama disimpan dalam gudang juga berisiko rusak atau busuk. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kamu perlu mengeluarkan barang tersebut untuk mengurangi risiko kerugian.

4. Mengambil strategi penjualan

Strategi penjualan juga bisa ditentukan dengan catatan persediaan barang. Barang fast moving tentunya perlu dipersediaan lebih banyak dan terjadwal. Artinya, kamu perlu menpersediaan ulang sebelum barang tersebut habis. Hal ini guna menjaga pelanggan untuk tidak kabur ke penjual lain karena kamu selalu menyediakan barangnya.

Mengetahui informasi barang di gudang pun membuat kamu mengambil langkah penjualan yang lebih terukur. Barang yang masanya sudah hampir habis bisa dijual dengan harga khusus. Bisa juga mem-bundling-nya dengan produk yang paling laris.

5. Menurunkan risiko kerugian

Dari kacamata bisnis, mengelola persediaan barang dagang pun mencegah kerugian yang besar. Kamu bisa melakukan perhitungan dengan tepat semua biaya dari pergerakan barang. Mulai dari barang datang dari supplier hingga barang keluar ke tangan pembeli. Jadi, harusnya kamu bisa meminimalkan barang rusak atau tersimpan terlalu lama di gudang dan tidak bisa terjual.

Cara Menghitung Persediaan Barang Dagang

Cara menghitung persediaan barang bisa dilakukan dengan metode first in first out (FIFO). Metode yang satu ini paling banyak digunakan oleh para pelaku usaha lantaran mudah dipraktikkan. Kamu hanya perlu mencatat persediaan barang yang ada di gudang pada periode awal pencatatan.

Selanjutnya, barang yang masuk lebih dulu akan dianggap keluar lebih dulu juga. Nantinya, persediaan persediaan akhir akan diperoleh dari pembelian yang masuknya belakangan.

Nilai harga barangnya pun akan disesuaikan dengan harga pembelian awal saat persediaan masuk. Namun, harga persediaan bisa akan berbeda tergantung harga beli saat persediaan masuk. Nantinya, harga barang terakhir disesuaikan dengan nilai dari pembelian terakhir juga.

Tips Mengelola Persediaan Barang Dagang

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat persediaan barang dagang cukup, loh. Simak sejumlah tips di bawah ini!

1. Membeli dalam jumlah besar

Untuk yang memiliki modal besar, kamu bisa langsung menambahkan persediaan besar dalam satu periode (batch stock). Langkah ini memberikan kamu harga spesial dari para supplier pastinya. Bukan hanya itu, kamu pun hanya butuh satu kali pengiriman. Jadi, biaya pun bisa makin ditekan.

2. Melihat fluktuasi pasar

Ada pula yang dinamakan persediaan fluktuasi yang melihat keadaan di pasar. Misalnya kamu bisa menpersediaan minyak goreng dalam jumlah banyak karena komoditas itu yang sedang dicari. Namun, langkah ini bisa menjadi bumerang dan menyebabkan kerugian juga. Pasalnya, toko kamu tidak jadi pilihan lagi saat persediaan minyak goreng di pasar sudah kembali normal.

3. Mengantisipasi kondisi pasar

Berbeda dengan strategi sebelumnya, mengelola persediaan dengan teknik antisipasi bisa jadi langkah yang lebih tepat. Misalnya kamu menpersediaan lebih banyak kurma sebelum bulan Ramadan tiba. Pasalnya, kurma menjadi barang yang juga sangat dicari selama bulan puasa. Jadi, kamu mencegah kehabisan kurma sampai lebaran nanti.

4. Konsinyasi

Strategi ini juga biasa disebut titip jual. Jadi, kamu menpersediaan barang dalam jumlah tertentu. Lalu, menitipkan ke pihak lain untuk membantu penjualan. Satu sisi, kamu membuat barang tersebut menjadi tersebar dan lebih dekat dengan target pasar. Selain mendapatkan keuntungan, kamu pun ikut membantu pihak lain mendapatkan komisi dari penjualannya.

5. Gunakan software persediaan

Software persediaan merupakan jawaban untuk membuat proses persediaan barang menjadi lebih mudah diatur. Dengan software persediaan barang, semua proses dapat dilakukan dengan otomatis tanpa takut terlupa untuk mengecek atau mengontrol.

Rekomendasi Software Persediaan Terbaik

Jurnal by Mekari merupakan software akuntansi online dengan laporan keuangan seperti neraca keuangan, arus kas, laba-rugi, dan lainnya. Tujuan Jurnal by Mekari adalah memudahkan pembukuan serta proses akuntansi pemilik bisnis.

Dengan menggunakan Jurnal by Mekari, maka lebih menghemat waktu proses administrasi dan operasional, dengan harga yang efisien, efektif dan cepat. Karena itu, pebisnis bisa lebih fokus untuk mengembangkan usahanya.

Jurnal by Mekari bisa diakses secara fleksibel, untuk berbagai perangkat dan kapan saja, selama terhubung dengan internet. Menggunakan software akuntansi ini menjadikan pengguna lebih mudah dalam membuat invoice atau faktur, mengecek inventori, serta membuat laporan keuangan.

Jadi, Jurnal by Mekari menjadikan pembuatan laporan keuangan perusahaan lebih mudah, aman, cepat, nyaman, dan datanya bisa diakses secara real-time. Menariknya, Jurnal by Mekari telah memiliki keamanan berstandar tinggi, ISO 27001, setara dengan bank, sehingga keamanan data perusahaan terjamin.

Dengan menggunakan Jurnal, Anda juga dapat mengakses data secara realtime, kapan pun dan di mana pun. Nikmati kesempatan free trial aplikasi catatan keuangan Jurnal selama 14 hari.

Itu dia beberapa hal yang perlu diketahui tentang pengelolaan persediaan barang dagang. Semoga informasi di atas berguna untuk kamu dalam menjalani usaha.